x

Radiolips / Blog

review gala media

Jumat, 13 Januari 2012 Radiolips Jujur dan Apa Adanya KOTA Bandung memang tidak pernah sepi dari para penggiat musik, maka tidak salah jika julukan gudangnya musisi disandang Kota Kembang. Saat ini lagi-lagi Bandung diramaikan oleh hadirnya pendatang baru, yaitu Radiolips Band yang memadukan aliran pop, punk, dan rock sebagai genre musik yang diusungnya.

Sekilas jika melihat band yang baru dibentuk para 10 Oktober 2010 ini tampak sama dengan band-band pendatang baru lainnya. Untuk hal itu, mereka tidak menampiknya alias sama-sama penggiat musik. Hanya saja, mereka boleh berbangga diri karena Radiolips hadir dari kejujuran dan apa adanya. “Kami menamakan diri Radiolips tentunya memiliki makna dan tidak sekadar nama. Maksud dari nama Radiolips itu yaitu merupakan media ungkapan rasa dalam diri yang dituangkan melalui musik. Untuk itu dalam setiap karya, kami selalu berusaha untuk jujur dan apa adanya,” ungkap Eva yang tidak lain adalah sang vokalis.

Band yang terdiri dari 3 personel lainnya selain Eva, yaitu Teguh (gitar), Singgih (bas), dan Nopan (drum) memang selalu jujur dalam membuat coretan lagu. Akhirnya lahirlah single “Radiostar” di mana menceritakan arti akan sebuah kerja keras yang ujungnya membuahkan hasil di luar ekspektasi. “Kejujuran bagi kami adalah segalanya. Hal itu juga kami tuangkan dalam lagu Radiostar. Lirik dari lagu tersebut juga pasti pernah dialami banyak orang, hal itu lah yang kami rasakan selama memutuskan untuk bermusik,” katanya.

Lalu apa perbedaan yang dimiliki Radiolips dengan band-band lainnya, ternyata kehadiran Eva menjadi salah satu alasan para penikmat musik harus mendengarkan Radiolips. Karakter vokal Eva yang menimbulkan musik yang cheerful serta fun menjadikan musik mereka lebih berbeda dan hidup. Karena alasan itu pula mereka hanya fokus dengan single “Radiostar” yang tengah dalam proses promo tersebut. “Kami sengaja hanya mengeluarkan single ‘Radiostar’ dan ada satu lagi ‘Tunjukkan Pada Dunia’ untuk sekarang ini, karena bagi kami membuat karya itu tidaklah asal lempar, tapi harus dijiwai dan dikonsep sebaik mungkin. Terlebih kami adalah sekumpulan anak-anak yang suka musik, artinya musik adalah segalanya dan tidak boleh asal-asalan dalam mengekspresikannya. Namun begitu ya semua orang punya cara masing-masing. Tapi itulah cara kami,” jelas Teguh.

Wujud cinta

Lagu “Tunjukkan Pada Dunia” merupakan lagu yang diberikan sebagai wujud kecintaan mereka terhadap dunia sepak bola. “Kami termasuk anak-anak penyuka bola dan juga musik, maka tidak ada salahnya kami berkarya untuk dunia sepak bola. Dan belum lama ini, kami merasa puas ketika karya kami diputar pada tayangan sepak bola sebagai musik backsound mereka,” papar sang manajer, Billy kepada “GM”, kemarin.

Mereka belum memikirkan karya terbaru yang akan di lempar. Pasalnya Radiolips masih fokus untuk mempromosikan 2 single mereka. “Karya terbaru pasti ada, hanya kami belum bisa mengutarakan apa itu,” tambahnya.

Perihal lahirnya Radiolips di blantika musik Indonesia, dituturkan Billy, jika semuanya berawal dari pertemuan yang tidak disengaja. Akan tetapi dari ketidak sengajaan tersebut membuahkan tim yang solid untuk sama-sama eksis di musik. “Bahkan sepertinya tak hanya untuk musik, dalam keseharian juga kami sudah seperti keluarga,” ujarnya, seraya menambahkan, jika Radiolips hadir dan ada karena influence beberapa band ternama antara lain Angel & Airwaves, U2, All Time Low, King Of Leon, dan Box Car Racer. (tri widiyantie/”GM”)**

www.radiolipsrl.tumblr.com

www.radiolipsrl.tumblr.com