View Lyrics: Mendobrak Dominasi Modal close icon

Viewing lyrics for Mendobrak Dominasi by GEEKSSMILE.

meratap tanah membasuh malu kalah dengan darah
lapisi wajah takluk topeng impor tanpa lelah
terkunci tanpa upah seakan rupiahmu bertuah
lalui setiap masa dengan nostalgi yang tetap sama

sadap waktu dalam religiku
kuhantam gerak logika dalam grafitiku
karena marx dan smith menari dalam nadiku
saatnya jm keynes menjadi ayah tiriku

tak mengenal kata mundur, lama terhapus dari hidupku
menghadang larasmu sejak dua ribu satu
rimaku terlahir jadi pemangsa alami
bencong bling-bling gombrong yang mengklaim dirinya mc

aku dan amarah adalah teman sekamar
kubekap kutikam; ego trip mati terkapar
ciprat lumpur campur darah sewangi bvlgari
sekarat saksikan kami meledak sekali lagi

[Reff]
saatnya mendobrak dominasi

rotasi hening tak henti
ku gapai teori industri
injeksi ramalan takdir
kutukar dengan resistensi
rasa jiwa lukai hasrat sirna
dahaga buta bawaku pulang ke tanah surga

bandar burger bandar cinta
tony montana bangun apartemen di kuta
injeksikan lebih banyak quentin tarantino
rambo dan komando berebut kupon diskon sogo

gen yang terhina darah budak nista
rengkuh diriku dari genggaman FTA
bunyikan untuk 1 not dan pelacur dewa settle lot
ulangi ritmis flow mistisme kurtis blow

tunggu sinyalku kita menyerang serentak (nyalakan api imajinasi)
tunggu sinyalku kita menyerang serentak (putar kembali rima transisi)
tunggu sinyalku kita menyerang serentak (nyalakan api imajinasi)
tunggu sinyalku kita menyerang serentak (saatnya segera membeli takdir)
sekarang

[Reff]
saatnya mendobrak dominasi

tanks and bombs burning flesh (serpihan...bertahan...jelaskan)
fog of war napalm dropped (terancam...hapuskan...ku meradang)
tanks and bombs burning flesh (serpihan...bertahan...jelaskan)
fog of war napalm dropped (terancam...hapuskan...ku meradang)

pecahkan sunyi jiwaku
rasuki roh tak sadarku

Go!

aku menolak takdir yang kau hibahkan padaku
aku menolah takdir yang kau hibahkan padaku

nyalakan bara api anti puritan
ku lelah sadar dalam realitas
biar pedih ku pun turut membalas
teriakkan kemarahan

teriakkan kemarahan

Close